Senin, 16 Maret 2020

TUGAS PJOK POLA HIDUP SEHAT MEMUTUS MATA RANTAI VIRUS CORONA KELAS IX-B SEMESTER GENAP

Apa Itu Virus Corona?
Virus corona (coronavirus, disingkat CoV) adalah keluarga besar virus yang terdiri dari banyak jenis virus. Berbagai jenis virus corona itu dapat menyebabkan berbagai penyakit, mulai dari batuk pilek biasa hingga yang lebih berbahaya seperti sindrom pernapasan akut parah (SARS) dan sindrom pernapasan Timur Tengah (MERS).
Gejala Virus Corona atau Coronavirus
Jika seseorang terpapar oleh virus ini, maka akan mengalami beberapa gejala sebagai berikut.
  1. Demam
  2. Batuk
  3. Sesak napas
  4. Flu
  5. Mudah merasa lelah
Gejala-gejala tersebut akan muncul setidaknya setelah seseorang terpapar virus corona dalam 2 – 14 hari. Namun, untuk kita yang tinggal di Indonesia, tidak perlu langsung khawatir jika mengalami gejala di atas. Kecuali jika kita habis melakukan perjalanan ke China dalam 14 hari terakhir. Meski demikian, jika mengalami gejala tersebut, sebaiknya pergi ke dokter untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut seperti pemeriksaan laboratorium dan lain sebagainya.
Cara Untuk Mencegah Infeksi Virus Corona
  • Tidak menyentuh hidung, mulut, dan mata dengan tangan kotor.
  • Tetap tinggal di rumah jika kita sakit.
  • Jika ingin bersin atau batuk, tutupilah dengan tisu lalu langsung buang tisu tersebut ke tempat sampah.
  • Bersihkan benda-benda yang sering tersentuh seperti remot, gagang pintu, dan lain sebagainya.
  • Hindari makan makanan hewani mentah atau tidak matang.
  • Cuci tangan menggunakan sabun.

Cara Untuk Meningkatkan Sistem Kekebalan Tubuh Agar Terhindar Virus Corona


1.Beraktivitas fisik teratur
Dalam sehari, setidaknya harus ada aktivitas yang kita lakukan. Entah hanya berjalan kaki, membersihkan rumah, atau apa pun. Sebab, aktivitas fisik dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh kita. Bahkan kalau bisa, mulai rutin melakukan olahraga, ya. Tidak harus yang berat, yang penting konsisten.
2.Mempertahankan berat badan normal
Tentunya, sistem kekebalan tubuh kita bisa optimal jika kita memiliki berat badan yang sehat / ideal. Jangan sampai kita terlalu gemuk atau justru terlalu kurus. Caranya adalah dengan makan teratur dan cukup setiap hari. Jangan sampai melewatkan makan atau nyemil makanan tinggi kalori terlalu banyak.

3.Istirahat / tidur dengan cukup

Istirahat yang cukup dan berkualitas itu perlu lho. Sebaiknya kita menghindari begadang jika memang tidak diperlukan, ya.

4.Hindari stres berlebihan

Stres juga bisa menurunkan sistem kekebalan tubuh kita lho. Jika memang kita sedang stres atau terpikir suatu masalah, sebaiknya bercerita kepada orang lain. Atau luapkan dengan hal-hal positif seperti menulis, melakukan hobi, olahraga, dan lain sebagainya.

5.Tidak merokok dan konsumsi alkohol

Jika kita terbiasa merokok atau mengonsumsi alkohol, sebaiknya dikurangi deh sedikit demi sedikit. Dengan demikian, sistem kekebalan tubuh kita akan selalu maksimal deh.

6.Minum air putih yang cukup



Minum air putih yang cukup itu wajib lho jika kita ingin meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Mudah kok untuk menilai apakah kita kekurangan cairan atau tidak. Jika kita merasa haus, maka langsung saja minum air putih. Kurangi minum minuman yang terlalu banyak gula, ya. Selain itu, jika ketika buang air kecil urin kita berwarna kuning, itu juga menandakan kita kurang cairan.

Rabu, 11 September 2019

Jalan cepat

JALAN CEPAT
Pengertian Jalan cepat
Jalan cepat merupakan cabang olahraga atletik berjalan gerak maju dengan melangkah tanpa adanya hubungan terputus dengan tanah. Dalam melakukan jalan cepat setiap kali melangkah, kaki depan harus menyentuh tanah sebelum kaki belakang meninggalkan tanah. Saat melangkah satu kaki harus berada di tanah, maka kaki tersebut harus lurus/lutut tidak bengkok dan tumpuan kaki dalam keadaan posisi tegak lurus. Tumit kaki mendarat terlebih dahulu. Saat melangkah panggul rileks Dalam kompetisi jalan cepat umumnya menggunakan lintasan lebih dari 3000 meter hingga 100 kilometer.
A.Teknik atau gerakan
Teknik umum yang digunakan dalam Jalan Cepat: Saat melakukan jalan cepat, secepat apapun berjalan, badan tidak diperbolehkan melayang di udara. Kaki depan harus menyentuh tanah sebelum kaki belakang diangkat. Kesalahan yang sering terjadi pada tahap ini adalah sikap badan terlalu kaku, langkah kaki yang kurang pas, tergesa-gesa, lutut ditekuk, masih terlihat lari karena masih ada saat melayang diudara, kurang adanya keseimbangan dan tidak diikuti gerak lanjut.
  1. Pada tahap ini, setelah kaki depan menyentuh tanah segera kaki belakang ditarik ke depan untuk melanjutkan langkah-langkah jalan cepat. Bagian tumit menyentuh tanah terlebih dahulu. Hal yang harus dihindari dalam fase ini adalah jangan terlalu kaku ketika melakukan tarikan kaki belakang adalah langkah kaki jangan terlalu kecil-kecil dan jangan terlalu lebar. Jangan sampai kehilangan keseimbangan.
  2. Tahap relaksasi adalah tahap antara tahap awal ketika melangkahkan kaki ke depan dan ketika akan melakukan tarikan kaki belakang. Pada tahap ini pinggang berada pada posisi yang sama dengan bahu, sedangkan lengan vertika dan paralel disamping badan.
  3. Tahap Dorongan adalah gerakan ketika ketiga tahap diatas selesai dilakukan. Tahap dorongan ini adalah mempercepat laju jalan kaki dengan dorongan tenaga penuh untuk mendapatkan rentang waktu yang sesingkat-singkatnya ketika melakukan langkah-langkah kaki, namun langkah kaki jangan terlalu pendek dan jangan terlalu panjang, jaga keseimbangan tubuh.
B. Sikap
Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam melakukan jalan cepat adalah:
  1. Pada saat berjalan usahakan badan tetap tegak, jangan condong ke depan atau ke belakang. Pundak jangan terangkat, agar ketika melakukan ayunan tangan tidak cepat lelah.
  2. Pada saat gerak maju kebanyakan atlet olahraga jalan cepat menggelengkan kepalanya ke kanan dan ke kiri. Jangan sampai gerakan tersebut mengganggu kecepatan jalan.
  3. Saat melangkah ke depan pandangan lurus ke depan dan melangkah lurus satu garis antara kaki kanan dan kiri. Pada saat menumpu, tumit harus mendarat terlebih dahulu terus bergerak ke arah depan secara teratur
  4. Posisi lengan dan bahu, gerakan lengan dan bahu ke depan dan kebelakang secara bergantian kanan dan kiri. Siku ditekuk tidak kurang dari 90 derajat. Kondisi ini dipertahankan hingga akhir perlombaan, jaga keseimbangan dan gerakan tetap rileks.

Macam-macam renang:Renang gaya dada,gaya bebas,gaya punggung,gaya kupu-kupu.

Senin, 19 November 2018

Renang gaya dada

Pengertian Renang gaya dada - Renangmerupakan olahraga yang dip
Perlombakan dengan menghitung kecepatan seorang atlet dalam berenang. Perenang yang memenangkan lomba renang yaitu perenang yang dapat menyelesaikan jarak lintasan renang paling cepat. Pemenang lomba renang dalam babak penyisihan menuju babak semifinal, kemudian pemenang dalam babak semifinal menuju ke babak final. Dalam perlombaan renang, terdapat beberapa gaya renang yang diperlombakan diantaranya yaitu renang gaya bebasgaya punggung, gaya kupu-kupu, dan gaya dada. Di sini yang akan kami bahas yaitu tentang pengertian renang gaya dada, untuk yang lain akan kami bahas dalam artikel lain. Tahukah kamu apa itu renang gaya dada? Seperti apa yang dimaksud renang gaya dada itu? Mungkin diantara kamu ada yang sudah tahu tentang definisi renang gaya dada. Namun bagi yang belum tahu tentang arti renang gaya dada. Berikut ini saya berikan tentang pengertian renang gaya bebas dan punggung.
Pengertian Renang gaya dada

Pengertian Renang Gaya Dada

Renang gaya dada (breast stroke) atau sering disebut gaya katak adalah berenang dengan posisi dada menghadap ke permukaan air, namun berbeda dari gaya bebas, batang tubuh selalu dalam keadaan tetap. Kedua belah kaki menendang ke arah luar sementara kedua belah tangan diluruskan di depan. Kedua belah tangan di buka ke samping seperti gerakan membelah air agar badan maju lebih cepat ke depan. Gerakan tubuh meniru gerakan katak sedang berenang sehingga disebut gaya katak. Gaya dada yang dilakukan secara benar memerlukan teknik pernapasan yang teratur dengan wajah terbenam pada saat meluncur.
Advertisement

Teknik Renang Gaya Dada

Teknik renang gaya dada adalah teknik yang digunakan dalam renang gaya dada agar bisa renang dengan gaya dada secara baik dan benar.

1.  Latihan Gerakan Meluncur
Gerakan meluncur adalah teknik yang perlu dikuasai oleh seorang perenang. Langkah pertama inilah yang merupakan langkah penting untuk diketahui dan dikuasai sebab meluncur bisa menghilngkan rasa takut pada saat berada di dalam air, selain itu bisa untuk menyesuaikan suhu dan bisa menghilangkan resiko dari terjadinya cidera.

Berikut ini adalah cara meluncur renang gaya dada:
  • Berdirilah di pinggir kolam dengan menggunakan salah satu kaki menempel di dinding kolam.
  • Badan posisinya dibungkukkan sehingga kelihatan sejajar dengan permukaan air, kemudian kedua belah tangan diluruskan dan mengapit telinga.
  • Kaki ditolakan dengan dinding dengan kuat, kemudian badan akan meluncur ke depan.
  • Kedua lengan dan kaki lurus ke depan.
  • Badan posisinya berada di permukaan air (stream line) dengna tubuh lurus dan jaga keseimbangan.
Pengertian Renang Gaya Dada

2. Latihan Gerakan Kaki
Untuk latihan gerakan kaki renang gaya dadabisa anda perhatikan langkah-langkah berikut ini:
  • Posisi badan tengkurap atau terlungkup.
  • Berpegangan pada dinding kolam renang.
  • Kepala posisinya berada pada permukaan air dan kedua kaki dalam posisi yang lurus.
  • Kedua kaki ditarik ke samping kemudian kedua kaki diluruskan lagi, seperti kaki katak pada saat sedang berenang.
  • Ketika kedua kaki diluruskan buatlah lecutan ketika kaki ditutupkan.
  • Kedua kaki harus dalam keadaan rileks.
  • Lakukan seperti itu berulang kali hingga anda menguasainya dengan baik.

3. Latihan Gerakan Tangan
Latihan gerakan tangan renang gaya dada bisa anda lakukan dengan cara-cara berikut ini:
  • Kedua kaki diletakkan di dinding kolam.
  • Kedua tangan diluruskan dan posisi kepala keluar dari permukaan air.
  • Kedua tangan ditarik bersama-sama ke arah dada bawah sambil telapak tangan mengayuh air.
  • Pada latihan gerakan tangan ini juga bisa anda lakukan dengan bantuan papan peluncur.

4.  Latihan Mengambil Nafas
Latihan pernapasan renang gaya dada ini bisa anda lakukan ketika kedua tangan di tarik ke bagian samping, kemudian kepala diangkat ke atas sambil menghirup udara. Untuk mengeluarkannya bisa anda keluarkan secara perlahan di dalam air.
Pengertian Renang Gaya Dada

P3K

Pertolongan Pertama merupakan tindakan pertolongan yang diberikan terhadap korban dengan tujuan mencegah keadaan bertambah buruk sebelum si korban mendapatkan perawatan dari tenaga medis resmi. Jadi tindakan Pertolongan Pertama (PP) ini bukanlah tindakan pengobatan sesungguhnya dari suatu diagnosa penyakit agar si penderita sembuh dari penyakit yang dialami. Pertolongan Pertama biasanya diberikan oleh orang-orang disekitar korban yang diantaranya akan menghubungi petugas kesehatan terdekat. Pertolongan ini harus diberikan secara cepat dan tepat sebab penanganan yang salah dapat berakibat buruk, cacat tubuh bahkan kematian.
Namun sebelum kita memasuki pembahasan kearah penanggulangan atau pengobatan terhadap luka, akan lebih baik kita berbicara dulu mengenai pencegahan terhadap suatu kecelakaan(accident), terutama dalam kegiatan di alam bebas. Selain itu harus kita garis bawahi bahwa situasi dalam berkegiatan sering memerlukan bukan sekedar pengetahuan kita tentang pengobatan, namun lebih kepada pemahaman kita akan prinsip-prinsip pertolongan terhadap korban. Sekedar contoh, beberapa peralatan yang disebutkan dalam materi ini kemungkinan tidak selalu ada pada setiap kegiatan, aka kita dituntut kreatif dan mampu menguasai setiap keadaan.
a. Prinsip Dasar
Adapun prinsip-prinsip dasar dalam menangani suatu keadaan darurat tersebut diantaranya:
  1. Pastikan Anda bukan menjadi korban berikutnya. Seringkali kita lengah atau kurang berfikir panjang bila kita menjumpai suatu kecelakaan. Sebelum kita menolong korban, periksa dulu apakah tempat tersebut sudah aman atau masih dalam bahaya.
  2. Pakailah metode atau cara pertolongan yang cepat, mudah dan efesien. Hindarkan sikap sok pahlawan. Pergunakanlah sumberdaya yang ada baik alat, manusia maupun sarana pendukung lainnya. Bila Anda bekerja dalam tim, buatlah perencanaan yang matang dan dipahami oleh seluruh anggota.
  3. Biasakan membuat cataan tentang usaha-usaha pertolongan yang telah Anda lakukan, identitas korban, tempat dan waktu kejadian, dsb. Catatan ini berguna bila penderita mendapat rujukan atau pertolongan tambahan oleh pihak lain.
b. Sistematika Pertolongan Pertama
Secara umum urutan Pertolongan Pertama pada korban kecelakaan adalah :
1. Jangan Panik
Berlakulah cekatan tetapi tetap tenang. Apabila kecelakaan bersifat massal, korban-korban yang mendapat luka ringan dapat dikerahkan untuk membantu dan pertolongan diutamakan diberikan kepada korban yang menderita luka yang paling parah tapi masih mungkin untuk ditolong.
2. Jauhkan atau hindarkan korban dari kecelakaan berikutnya.
Pentingnya menjauhkan dari sumber kecelakaannya adalah untuk mencegah terjadinya kecelakan ulang yang akan memperberat kondisi korban. Keuntungan lainnya adalah penolong dapat memberikan pertolongan dengan tenang dan dapat lebih mengkonsentrasikan perhatiannya pada kondisi korban yang ditolongnya. Kerugian bila dilakukan secara tergesa-gesa yaitu dapat membahayakan atau memperparah kondisi korban.
3. Perhatikan pernafasan dan denyut jantung korban.
Bila pernafasan penderita berhenti segera kerjakan pernafasan bantuan.
  1. Pendarahan.
Pendarahan yang keluar pembuluh darah besar dapat membawa kematian dalam waktu 3-5 menit. Dengan menggunakan saputangan atau kain yang bersih tekan tempat pendarahan kuat-kuat kemudian ikatlah saputangan tadi dengan dasi, baju, ikat pinggang, atau apapun juga agar saputangan tersebut menekan luka-luka itu. Kalau lokasi luka memungkinkan, letakkan bagian pendarahan lebih tinggi dari bagian tubuh.
5. Perhatikan tanda-tanda shock.
Korban-korban ditelentangkan dengan bagian kepala lebih rendah dari letak anggota tubuh yang lain. Apabila korban muntah-muntah dalm keadaan setengah sadar, baringankan telungkup dengan letak kepala lebih rendah dari bagian tubuh yang lainnya. Cara ini juga dilakukan untuk korban-korban yang dikhawatirkan akan tersedak muntahan, darah, atau air dalam paru-parunya. Apabila penderita mengalami cidera di dada dan penderita sesak nafas (tapi masih sadar) letakkan dalam posisi setengah duduk.
6. Jangan memindahkan korban secara terburu-buru.
Korban tidak boleh dipindahakan dari tempatnya sebelum dapat dipastikan jenis dan keparahan cidera yang dialaminya kecuali bila tempat kecelakaan tidak memungkinkan bagi korban dibiarkan ditempat tersebut. Apabila korban hendak diusung terlebih dahulu pendarahan harus dihentikan serta tulang-tulang yang patah dibidai. Dalam mengusung korban usahakanlah supaya kepala korban tetap terlindung dan perhatikan jangan sampai saluran pernafasannya tersumbat oleh kotoran atau muntahan.
7. Segera transportasikan korban ke sentral pengobatan.
Setelah dilakukan pertolongan pertama pada korban setelah evakuasi korban ke sentral pengobatan, puskesmas atau rumah sakit. Perlu diingat bahwa pertolongan pertama hanyalah sebagailife saving dan mengurangi kecacatan, bukan terapi. Serahkan keputusan tindakan selanjutnya kepada dokter atau tenaga medis yang berkompeten.
IV. KASUS-KASUS KECELAKAAN ATAU GANGGUAN DALAM KEGIATAN ALAM TERBUKA
Berikut adalah kasus-kasus kecelakaan atau gangguan yang sering terjadi dalam kegiatan di alam terbuka berikut gejala dan penanganannya:
a. Pingsan (Syncope/collapse) yaitu hilangnya kesadaran sementara karena otak kekurangan O2, lapar, terlalu banyak mengeluarkan tenaga, dehidrasi (kekurangan cairan tubuh), hiploglikemia, animea.
Gejala
  • Perasaan limbung
  • Pandangan berkunang-kunang
  • Telinga berdenging
  • Nafas tidak teratur
  • Muka pucat
  • Biji mata melebar
  • Lemas
  • Keringat dingin
  • Menguap berlebihan
  • Tak respon (beberapa menit)
  • Denyut nadi lambat
Penanganan
  1. Baringkan korban dalam posisi terlentang
  2. Tinggikan tungkai melebihi tinggi jantung
  3. Longgarkan pakaian yang mengikat dan hilangkan barang yang menghambat pernafasan
  4. Beri udara segar
  5. Periksa kemungkinan cedera lain
  6. Selimuti korban
  7. Korban diistirahatkan beberapa saat
  8. Bila tak segera sadar >> periksa nafas dan nadi >> posisi stabil >> Rujuk ke instansi kesehatan
b. Dehidrasi yaitu suatu keadaan dimana tubuh mengalami kekurangan cairan. Hal ini terjadi apabila cairan yang dikeluarkan tubuh melebihi cairan yang masuk. Keluarnya cairan ini biasanya disertai dengan elektrolit (K, Na, Cl, Ca). Dehidrasi disebabkan karena kurang minum dan disertai kehilangan cairan/banyak keringat karena udara terlalu panas atau aktivitas yang terlalu berlebihan.
Gejala dan tanda dehidrasi
Dehidrasi ringan
  • Defisit cairan 5% dari berat badan
  • Penderita merasa haus
  • Denyut nadi lebih dari 90x/menit
Dehidrasi sedang
  • Defisit cairan antara 5-10% dari berat badan
  • Nadi lebih dari 90x/menit
  • Nadi lemah
  • Sangat haus
Dehidrasi berat
  • Defisit cairan lebih dari 10% dari berat badan
  • Hipotensi
  • Mata cekung
  • Nadi sangat lemah, sampai tak terasa
  • Kejang-kejang
Penanganan
    1. Mengganti cairan yang hilang dan mengatasi shock
    2. mengganti elektrolit yang lemah
    3. Mengenal dan mengatasi komplikasi yang ada
    4. Memberantas penyebabnya
    5. Rutinlah minum jangan tunggu haus
c. Asma yaitu penyempitan/gangguan saluran pernafasan.
Gejala
  • Sukar bicara tanpa berhenti, untuk menarik nafas
  • Terdengar suara nafas tambahan
  • Otot Bantu nafas terlihat menonjol (dileher)
  • Irama nafas tidak teratur
  • Terjadinya perubahan warna kulit (merah/pucat/kebiruan/sianosis)
  • Kesadaran menurun (gelisah/meracau)
Penanganan
  1. Tenangkan korban
  2. Bawa ketempat yang luas dan sejuk
  3. Posisikan ½ duduk
  4. Atur nafas
  5. Beri oksigen (bantu) bila diperlukan
d. Pusing/Vertigo/Nyeri Kepala yaitu sakit kepala yang disebabkan oleh kelelahan, kelaparan, gangguan kesehatan dll.
Gejala
  • Kepala terasa nyeri/berdenyut
  • Kehilangan keseimbangan tubuh
  • Lemas
Penanganan
  1. Istirahatkan korban
  2. Beri minuman hangat
  3. beri obat bila perlu
  4. Tangani sesuai penyebab
e. Maag/Mual yaitu gangguan lambung/saluran pencernaan.
Gejala
  • Perut terasa nyeri/mual
  • Berkeringat dingin
  • Lemas
Penanganan
  1. Istirahatkan korban dalam posisi duduk ataupun berbaring sesuai kondisi korban
  2. Beri minuman hangat (teh/kopi)
  3. Jangan beri makan terlalu cepat
f. Lemah jantung yaitu nyeri jantung yang disebabkan oleh sirkulasi darah kejantung terganggu atau terdapat kerusakan pada jantung.
Gejala
  • Nyeri di dada
  • Penderita memegangi dada sebelah kiri bawah dan sedikit membungkuk
  • Kadang sampai tidak merespon terhadap suara
  • Denyut nadi tak teraba/lemah
  • Gangguan nafas
  • Mual, muntah, perasaan tidak enak di lambung
  • Kepala terasa ringan
  • Lemas
  • Kulit berubah pucat/kebiruan
  • Keringat berlebihan
Tidak semua nyeri pada dada adalah sakit jantung. Hal itu bisa terjadi karena gangguan pencernaan, stress, tegang.
Penanganan
  1. Tenangkan korban
  2. Istirahatkan
  3. Posisi ½ duduk
  4. Buka jalan pernafasan dan atur nafas
  5. Longgarkan pakaian dan barang barang yang mengikat pada badan
  6. Jangan beri makan/minum terlebih dahulu
  7. Jangan biarkan korban sendirian (harus ada orang lain didekatnya)
f. Histeria yaitu sikap berlebih-lebihan yang dibuat-buat (berteriak, berguling-guling) oleh korban; secara kejiwaan mencari perhatian.
Gejala
  • Seolah-olah hilang kesadaran
  • Sikapnya berlebihan (meraung-raung, berguling-guling di tanah)
  • Tidak dapat bergerak/berjalan tanpa sebab yang jelas
Penanganan
  1. Tenangkan korban
  2. Pisahkan dari keramaian
  3. Letakkan di tempat yang tenang
  4. Awasi
g. Mimisan yaitu pecahnya pembuluh darah di dalam lubang hidung karena suhu ekstrim (terlalu panas/terlalu dingin)/kelelahan/benturan.
Gejala
  • Dari lubang hidung keluar darah dan terasa nyeri
  • Korban sulit bernafas dengan hidung karena lubang hidung tersumbat oleh darah
  • Kadang disertai pusing
Penanganan
  1. Bawa korban ke tempat sejuk/nyaman
  2. Tenangkan korban
  3. Korban diminta menunduk sambil menekan cuping hidung
  4. Diminta bernafas lewat mulut
  5. Bersihkan hidung luar dari darah
  6. Buka setiap 5/10 menit. Jika masih keluar ulangi tindakan Pertolongan Pertama
h. Kram yaitu otot yang mengejang/kontraksi berlebihan.
Gejala
  • Nyeri pada otot
  • Kadang disertai bengkak
Penanganan
  1. Istirahatkan
  2. Posisi nyaman
  3. Relaksasi
  4. Pijat berlawanan arah dengan kontraksi
i. Memar yaitu pendarahan yang terdi di lapisan bawah kulit akibat dari benturan keras.
Gejala
  • Warna kebiruan/merah pada kulit
  • Nyeri jika di tekan
  • Kadang disertai bengkak
Penanganan
  1. Kompres dingin
  2. Balut tekan
  3. Tinggikan bagian luka
J. Keseleo yaitu pergeseran yang terjadi pada persendian biasanya disertai kram.
Gejala
  • Bengkak
  • Nyeri bila tekan
  • Kebiruan/merah pada derah luka
  • Sendi terkunci
  • Ada perubahan bentuk pada sendi
Penanganan
  1. Korban diposisikan nyaman
  2. Kompres es/dingin
  3. Balut tekan dengan ikatan 8 untuk mengurangi pergerakan
  4. Tinggikan bagian tubuh yang luka
k. Luka yaitu suatu keadaan terputusnya kontinuitas jaringan secara tiba-tiba karena kekerasan/injury.
Gejala
  • Terbukanya kulit
  • Pendarahan
  • Rasa nyeri
Penanganan
  1. Bersihkan luka dengan antiseptic(alcohol/boorwater)
  2. Tutup luka dengan kasa steril/plester
  3. Balut tekan (jika pendarahannya besar)
  4. Jika hanya lecet, biarkan terbuka untuk proses pengeringan luka
Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam menangani luka:
  1. Ketika memeriksa luka: adakah benda asing, bila ada:
    • Keluarkan tanpa menyinggung luka
    • Kasa/balut steril (jangan dengan kapas atau kain berbulu)
    • Evakuasi korban ke pusat kesehatan
  2. Bekuan darah: bila sudah ada bekuan darah pada suatu luka ini berarti luka mulai menutup. Bekuan tidak boleh dibuang, jika luka akan berdarah lagi.
l. Pendarahan yaitu keluarnya darah dari saluran darah kapan saja, dimana saja, dan waktu apa saja. Penghentian darah dengan cara
  1. Tenaga/mekanik, misal menekan, mengikat, menjahit dll
  1. Fisika:
  • Bila dikompres dingin akan mengecil dan mengurangi pendarahan
  • Bila dengan panas akan terjadinya penjedalan dan mengurangi
  1. Kimia: Obat-obatan
  2. Biokimia: vitamin K
  3. Elektrik: diahermik
m. Patah Tulang/fraktur yaitu rusaknya jaringan tulang, secara keseluruhan maupun sebagian
Gejala
  • Perubahan bentuk
  • Nyeri bila ditekan dan kaku
  • Bengkak
  • Terdengar/terasa (korban) derikan tulang yang retak/patah
  • Ada memar (jika tertutup)
  • Terjadi pendarahan (jika terbuka)
Jenisnya
  • Terbuka (terlihat jaringan luka)
  • Tertutup
Penanganan
  1. Tenangkan korban jika sadar
Untuk patah tulang tertutup
    1. Periksa Gerakan (apakah bagian tubuh yang luka bias digerakan/diangkat)
Sensasi (respon nyeri)
Sirkulasi (peredaran darah)
    1. Ukur bidai disisi yang sehat
    2. Pasang kain pengikat bidai melalui sela-sela tubuh bawah
    3. Pasang bantalan didaerah patah tulang
    4. Pasang bidai meliputi 2 sendi disamping luka
    5. Ikat bidai
    6. Periksa GSS
Untuk patah tulang terbuka
1.Buat pembalut cincin untuk menstabilkan posisi tulang yang mencuat
2.Tutup tulang dengan kasa steril, plastik, pembalut cincin
3.Ikat dengan ikatan V
4.Untuk selanjutnya ditangani seperti pada patah tulang tertutup
Tujuan Pembidaian
      1. Mencegah pergeseran tulang yang patah
      2. memberikan istirahat pada anggota badan yang patah
      3. mengurangi rasa sakit
      4. Mempercepat penyembuhan
n. Luka Bakar yaitu luka yangterjadi akibat sentuhan tubuh dengan benda-benda yang menghasilkan panas (api, air panas, listrik, atau zat-zat yang bersifat membakar)
Penanganan
  1. Matikan api dengan memutuskan suplai oksigen
  2. Perhatikan keadaan umum penderita
  3. Pendinginan
  • Membuka pakaian penderita/korban
  • Merendam dalam air atau air mengalir selama 20 atau 30 menit. Untuk daerah wajah, cukup dikompres air
  1. Mencegah infeksi
    • Luka ditutup dengan perban atau kain bersih kering yang tak dapat melekat pada luka
    • Penderita dikerudungi kain putih
    • Luka jangan diberi zat yang tak larut dalam air seperti mentega, kecap dll
  2. Pemberian sedative/morfin 10 mg im diberikan dalam 24 jam sampai 48 jam pertama
  3. Bila luka bakar luas penderita diKuasakan
  4. Transportasi kefasilitasan yang lebih lengkap sebaiknya dilakukan dalam satu jam bila tidak memungkinkan masih bisa dilakukan dalam 24-48 jam pertama dengan pengawasan ketat selama perjalanan.
  5. Khusus untuk luka bakar daerah wajah, posisi kepala harus lebih tinggi dari tubuh.
o. Hipotermia yaitu suhu tubuh menurun karena lingkungan yang dingin
Gejala
  • Menggigil/gemetar
  • Perasaan melayang
  • Nafas cepat, nadi lambat
  • Pandangan terganggu
  • Reaksi manik mata terhadap rangsangan cahaya lambat
Penanganan
  1. Bawa korban ketempat hangat
  2. Jaga jalan nafas tetap lancar
  3. Beri minuman hangat dan selimut
  4. Jaga agar tetap sadar
  5. Setelah keluar dari ruangan, diminta banyak bergerak (jika masih kedinginan)
p. Keracunan makanan atau minuman
Gejala
  • Mual, muntah
  • Keringat dingin
  • Wajah pucat/kebiruan
Penanganan
  1. Bawa ke tempat teduh dan segar
  2. Korban diminta muntah
  3. Diberi norit
  4. Istirahatkan
  5. Jangan diberi air minum sampai kondisinya lebih baik
q. Gigitan binatang gigitan binatang dan sengatan, biasanya merupakan alat dari binatang tersebut untuk mempertahankan diri dari lingkungan atau sesuatu yang mengancam keselamatan jiwanya. Gigitan binatang terbagi menjadi dua jenis; yang berbisa (beracun) dan yang tidak memiliki bisa. Pada umumnya resiko infeksi pada gigitan binatang lebih besar daripada luka biasa.
Pertolongan Pertamanya adalah:
  • Cucilah bagian yang tergigit dengan air hangat dengan sedikit antiseptik
  • Bila pendarahan, segera dirawat dan kemudian dibalut
Ada beberapa jenis binatang yang sering menimbulkan ganguan saat melakukan kegiatan di alam terbuka, diantaranya:
1. Gigitan Ular
Tidak semua ular berbisa, akan tetapi hidup penderita/korban tergantung pada ketepatan diagnosa, maka pad keadaan yang meragukan ambillah sikap menganggap ular tersebut berbisa. Sifat bisa/racun ular terbagi menjadi 3, yaitu:
    1. Hematotoksin (keracunan dalam)
    2. Neurotoksin (bisa/racun menyerang sistem saraf)
    3. Histaminik (bisa menyebabkan alergi pada korban)
Nyeri yang sangat dan pembengkakan dapat timbul pada gigitan, penderita dapat pingsan, sukar bernafas dan mungkin disertai muntah. Sikap penolong yaitu menenangkan penderita adalah sangat penting karena rata-rata penderita biasanya takut mati.
Penanganan untuk Pertolongan Pertama:
  1. Telentangkan atau baringkan penderita dengan bagian yang tergigit lebih rendah dari jantung.
  2. Tenangkan penderita, agar penjalaran bisa ular tidak semakin cepat
  3. Cegah penyebaran bias penderita dari daerah gigitan
    • Torniquet di bagian proximal daerah gigitan pembengkakan untuk membendung sebagian aliran limfa dan vena, tetapi tidak menghalangi aliran arteri. Torniquet / toniket dikendorkan setiap 15 menit selama + 30 detik
    • Letakkan daerah gigitan dari tubuh
    • Berikan kompres es
    • Usahakan penderita setenang mungkin bila perlu diberikan petidine 50 mg/im untuk menghilangkan rasa nyeri
  4. Perawatan luka
    • Hindari kontak luka dengan larutan asam Kmn 04, yodium atau benda panas
    • Zat anestetik disuntikkan sekitar luka jangan kedalam lukanya, bila perlu pengeluaran ini dibantu dengan pengisapan melaluibreastpump sprit atau dengan isapan mulut sebab bisa ular tidak berbahaya bila ditelan (selama tidak ada luka di mulut).
  5. Bila memungkinkan, berikan suntikan anti bisa (antifenin)
  6. Perbaikan sirkulasi darah
    • Kopi pahit pekat
    • Kafein nabenzoat 0,5 gr im/iv
    • Bila perlu diberikan pula vasakonstriktor
  7. Obat-obatan lain
    • Ats
    • Toksoid tetanus 1 ml
    • Antibiotic misalnya: PS 4:1
2. Gigitan Lipan
Ciri-ciri
  1. Ada sepasang luka bekas gigitan
  2. Sekitar luka bengkak, rasa terbakar, pegal dan sakit biasanya hilang dengan sendirinya setelah 4-5 jam
Penanganan
  1. Kompres dengan yang dingin dan cuci dengan obat antiseptik
  2. Beri obat pelawan rasa sakit, bila gelisah bawa ke paramedik
3. Gigitan Lintah dan Pacet
Ciri-ciri
  1. Pembengkakan, gatal dan kemerah-merahan (lintah)
Penanganan
  1. Lepaskan lintah/pacet dengan bantuan air tembakau/air garam
  2. Bila ada tanda-tanda reaksi kepekaan, gosok dengan obat atau salep anti gatal
4. Sengatan Lebah/Tawon dan Hewan Penyengat lainnya
Biasanya sengatan ini kurang berbahaya walaupun bengkak, memerah, dan gatal. Namun beberapa sengatan pada waktu yang sama dapat memasukkan racun dalam tubuh korban yang sangat menyakiti.
Perhatian:
  • Dalam hal sengatan lebah, pertama cabutlah sengat-sengat itu tapi jangan menggunakan kuku atau pinset, Anda justru akan lebih banyak memasukkan racun kedalam tubuh. Cobalah mengorek sengat itu dengan mata pisau bersih atau dengan mendorongnya ke arah samping
  • Balutlah bagian yang tersengat dan basahi dengan larutan garam inggris.
V. EVAKUASI KORBAN
Adalah salah satu tahapan dalam Pertolongan Pertama yaitu untuk memindahkan korban ke lingkungan yng aman dan nyaman untuk mendapatkan pertolongan medis lebih lanjut.
Prinsip Evakuasi
    1. Dilakukan jika mutlak perlu
    2. Menggunakan teknik yang baik dan benar
    3. Penolong harus memiliki kondisi fisik yang prima dan terlatih serta memiliki semangat untuk menyelamatkan korban dari bahaya yang lebih besar atau bahkan kematian
Alat Pengangutan
Dalam melaksanakan proses evakusi korban ada beberapa cara atau alat bantu, namun hal tersebut sangat tergantung pada kondisi yang dihadapi (medan, kondisi korban ketersediaan alat). Ada dua macam alat pengangkutan, yaitu:
1. Manusia
Manusia sebagai pengangkutnya langsung. Peranan dan jumlah pengangkut mempengaruhi cara angkut yang dilaksanakan.
Bila satu orang maka penderita dapat:
  • Dipondong : untuk korban ringan dan anak-anak
  • Digendong : untuk korban sadar dan tidak terlalu berat serta tidak patah tulang
  • Dipapah : untuk korban tanpa luka di bahu atas
  • Dipanggul/digendong
  • Merayap posisi miring
Bila dua orang maka penderita dapat:
Maka pengangkutnya tergantung cidera penderita tersebut dan diterapkan bila korban tak perlu diangkut berbaring dan tidak boleh untuk mengangkut korban patah tulang leher atau tulang punggung.
  • Dipondong : tangan lepas dan tangan berpegangan
  • Model membawa balok
  • Model membawa kereta
2. Alat bantu
  • Tandu permanen
  • Tandu darurat
  • Kain keras/ponco/jaket lengan panjang
  • Tali/webbing
Persiapan
Yang perlu diperhatikan:
1. Kondisi korban memungkinkan untuk dipindah atau tidak berdasarkan penilaian kondisi dari: keadaan respirasi, pendarahan, luka, patah tulang dan gangguan persendian
2. Menyiapkan personil untuk pengawasan pasien selama proses evakuasi
3. Menentukan lintasan evakusi serta tahu arah dan tempat akhir korban diangkut
4. Memilih alat
5. Selama pengangkutan jangan ada bagian tuhuh yang berjuntai atau badan penderita yang tidak daolam posisi benar
VI. FARMAKOLOGI
Farmakologi adalah pengetahuan mengenai obat-obatan. Yang dibahas disini hanya sekedar obat-obatan standar yang sering dibutuhkan dalam Kegiatan Alam Terbuka.
NO
Nama Obat
Kegunaan
1
CTMAlergi, obat tidur
2
BetadineAntiseptik
3
Povidone IodineAntiseptik
4
Neo NapacyneAsma, sesak nafas
5
Asma sohoAsma,sesak nafas
6
KonidinBatuk
7
OralitDehidrasi
8
EntrostopDiare
9
DemacolinFlu, batuk
10
NoritKeracunan
11
Antasida doenMaag
12
GestamagMaag
13
KinaMalaria
14
OxycanMemberi tambahan oksigen murni
15
DamabenMual
16
FeminaxNyeri haid
17
SpasmalNyeri haid
18
CounterpainPegal linu
19
Alkohol 70%Pembersih luka/antiseptic
20
RivanolPembersih luka/antiseptic
21
Chloroetil (obat semprot luar)Pengurang rasa sakit
22
PendixPengurang rasa sakit
23
AntalginPengurang rasa sakit, pusing
24
ParacetamolPenurun panas
25
PapaverinSakit perut
26
Vitamin CSariawan
27
DexametasonSesak nafas

TUGAS PJOK POLA HIDUP SEHAT MEMUTUS MATA RANTAI VIRUS CORONA KELAS IX-B SEMESTER GENAP

Apa Itu Virus Corona? Virus corona  (coronavirus,  disingkat CoV) adalah keluarga besar virus yang terdiri dari banyak jenis virus. Berba...